Sabtu, 09 Juli 2016

Kerusakan lingkungan

Kerusakan lingkungan dapat terjadi karena aktivitas atau campur tangan manusia dan karena faktor alami, yaitu:
a.    Kerusakan lingkungan karena aktivitas manusia, contohnya pembangunan pemukiman, penebangan hutan dan penerapan intensifikasi pertanian.
1.    pembangunan pemukiman. Merupakan kebutuhan papan manusia, semakin padat populasi manusia lahan yang semula produktif menjadi tidak produktif, air sulit meresap ke dalam tanah, peran tumbuhan sebagai produsen terhambat dan tidak optimal memanfaatkan CO2.
2.    penebangan hutan. Penebangan hutan liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air, sehingga mengakibatkan longsor, banjir, dan erosi.
3.    penerapan intensifikasi pertanian. Dengan panca usaha tani, di satu sisi meningkatkan produksi, di sisi lain bersifat merugikan, misalnya penggunaan pupuk dan pestisida berlebihan mengakibatkan pencemaran dan ledakan hama, penggunaan sistem monokultur dapat mengurangi keanekaragaman yang berpengaruh pada keseimbangan ekosistem.

b.    Kerusakan lingkungan karena faktor alami, adalah kerusakan karena bencana alam seperti kebakaran hutan di musim kemarau dan letusan gunung berapi.
1.    kebakaran hutan di musim kemarau. Suhu yang tinggi memicu titik-titik api, sehingga hutan yang kondisinya kering mudah terbakar dan mengakibatkan matinya beberapa populasi sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem.
2.    letusan gunung berapi. Letusan gunung berapi dapat mengubah dan merusak kawasan di sekitarnya, sehingga berpengaruh pada faktor biotik dan abiotiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.