Sabtu, 09 Juli 2016

Klasifikasi polimer

Klasifikasi polimer berdasarkan sumbernya:
1.    Polimer alam. Terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Contohnya poliisoprena, amilosa, protein, selulosa.
2.    Polimer sintetis. Hasil sintetis senyawa organik dalam kondisi tertentu merupakan polimer sintetis. Contohnya teflon, PVC, dakron, nilon 66.

Berdasarkan jenis monomer pembentuknya
1.    Homopolimer. Polimer yang terbentuk dari monomer-monomer yang dinamis atau monomer pembentuk polimer hanya terdiri dari satu jenis. Contohnya PVC, karet alam, polietena, PVA.
2.    Kopolimer. Polimer yang terbentuk dari monomer-monomer yang jenisnya berbeda. Kapolimer dibagi menjadi 4 yaitu:
-    Kopolimer statistik: kopolimer dengan susunan monomer yang terbentuk tidak beraturan.
-    Kopolimer blok: susunan monomer yang terbentuk secara teratur dengan jumlah tertentu.
-    Kopolimer bergantian: susunan monomer yang terbentuk secara bergantian.
-    Kopolimer bercabang: susunan monomer lain yang merupakan cabang.
Contoh:
a.    Polimer dakron (terbentuk dari monomer asam tereftalat dan etandiol)
b.    Nilon 66 (terbentuk dari 1,6 – diaminoheksana dan asam heksanadioat)
c.    Bakelit (terbentuk dari fenol dan metanal)
d.    SBR terbentuk dari stirena dan buta diena.

Berdasarkan sifatnya terhadap panas
Polimer alkena khususnya jenis plastik digolongkan menjadi:
1.    Termoplas. Ciri:
a.    Lunak jika dipanaskan
b.    Bersifat ringan, kuat dan transparan
c.    Dapat dicetak kembali, menjadi bentuk lain, karena gaya yang mengikat rantai-rantai polimernya lemah.
Contoh: PVC, polietena, polistirena.
2.    Termoset. Ciri:
a.    Tidak lunak jika dipanaskan
b.    Bentuk permanen karena adanya ikatan-ikatan kovalen yang banyak jumlahnya dan sangat kuat antar rantainya ikatan tersebut akan hancur dan termoset akan terbakar jika dipanaskan pada suhu sangat tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.