Rabu, 13 Juli 2016

Komponen pendapatan nasional (metode perhitungan pendapatan nasional)

Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh masyarakat atau pemilik faktor produksi suatu negara selama kurun waktu tertentu (biasanya digunakan ukuran waktu 1 tahun).

a. Metode produksi atau pendekatan produksi
Perhitungan pendapatan nasional dengan metode produksi adalah dengan menjumlahkan nilai tambah semua barang-barang dan jasa-jasa tersebut dijumlahkan. Jadi, komponen pendapatan nasional dari sisi produksi yaitu: macam produk, jumlah produk yang terjual dari berbagai macam produk, dan harga jual produk.

b. Metode pengeluaran atau pendekatan pengeluaran
Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran dari masing-masing sektor dalam perekonomian, yaitu:
1.    pengeluaran konsumsi, meliputi semua pengeluaran rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan
2.    pengeluaran investasi, meliputi semua pengeluaran domestik (dalam negeri) yang dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin-mesin, perlengkapan dan jumlah persediaan perusahaan
3.    pengeluaran pembelian pemerintah, meliputi pembayaran pensiun, bea siswa, subsidi dalam berbagai bentuk, dan transfer pemerintah
4.    ekspor neto, meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diekspor dan diimpor. Jika ekspor lebih besar daripada impor maka ekspor neto bertanda positif (+) dan sebaliknya bila ekspor lebih kecil dari impor, maka ekspor neto bertanda negatif (-).

c. Metode pendapatan atau pendekatan pendapatan
Dari sisi pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor produksi, yang terdiri dari sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba. Jadi komponen pendapatan nasional dari sisi pendapatan adalah:
1.    sewa
2.    upah dan gaji
3.    bunga
4.    laba usaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.