Rabu, 13 Juli 2016

Macam-macam gempa bumi

Macam-macam gempa bumi berdasarkan penyebabnya:
1.    Gempa vulkanik, yaitu gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung api, akibat tekanan gas pada magma maka terjadilah getaran pada kulit bumi di sekitar gunung api. Gempa jenis ini dapat diperkirakan karena sebelum gunung api meletus terdapat tanda-tandanya.
2.    Gempa tektonik, yaitu gempa yang disebabkan oleh adanya gerakan lempeng lithosfer, lempeng atau kerak bumi yang bergerak suatu saat akan terjadi tumbukan. Tumbukan tersebut akan menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Gempa ini sangat berbahaya karena getarannya sangat kuat dan tidak ada tanda-tanda sebelumnya.
3.    Gempa runtuhan, yaitu gempa yang disebabkan oleh runtuhnya tanah yang mempunyai volume besar.

Berdasarkan jarak episentrumnya (pusat gempa), gempa bumi dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.    gempa dekat atau setempat, jaraknya kurang dari 10.000 km.
2.    gempa jauh, jaraknya sekitar 10.000 km.
3.    gempa jauh sekali, jaraknya lebih dari 10.000 km.

Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi dibedakan menjadi sebagai berikut:
1.    gempa dangkal, kurang dari 100 km di bawah permukaan laut.
2.    gempa menengah, antara 100 km – 300 km.
3.    gempa dalam, lebih dari 300 km.

Untuk menentukan pusat gempa (episentrum), ada beberapa cara atau metode, yaitu:
1.    Metode homoseista. Metode ini menggunakan tiga tempat yang mempunyai homoseista. Homoseista adalah daerah yang mempunyai waktu getar yang sama.
2.    Metode episentral, yaitu metode dengan mencatat tiga daerah yang merekam waktu gelombang primer dan gelombang sekunder.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.