Rabu, 13 Juli 2016

Majas perbandingan dan pertentangan

Majas perbandingan
a.    Personifikasi, adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan melekatkan sifat-sifat manusia pada benda mati sehingga seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia atau makhluk hidup. Contoh: lonceng memanggil-manggil para siswa untuk segera masuk ke dalam kelas.
b.    Metafora, adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. Contoh: raja siang telah keluar dari peraduannya.
c.    Perumpamaan (simile), adalah majas yang berupa perbandingan antara dua hal yang pada dasarnya berlainan, tetapi sengaja dianggap sama. Perbandingan itu dinyatakan dengan kata: bagai, seperti, laksana, bagaikan, umpama, ibarat, bak. Contoh: bagaikan pungguk merindukan bulan pemuda itu ingin mempersunting putri raja.

Majas pertentangan
a.    Hiperbola, adalah majas yang menggambarkan sesuatu dengan ungkapan yang melebih-lebihkan. Contoh: darahnya mendidih mendengar penghinaan itu.
b.    Litotes, adalah majas yang menggunakan pernyataan yang dikecil-kecilkan atau dikurangi dari kenyataan dengan maksud merendah-rendahkan diri. Contoh: perjuangan ini hanya setitik air dalam samudera luas.
c.    Ironi, adalah majas sindiran halus berupa pernyataan yang maknanya bertentangan dengan makna sebenarnya. Contoh: bersih benar kelas ini, banyak sekali kertas berserakan.
d.    Paradoks, adalah majas yang seolah-olah bertentangan dengan fakta yang ada. Contoh: ia kesepian di tengah keramaian kota Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.